Fakultas MIPA | Universitas Andalas
Fakultas MIPA | Universitas Andalas

Padang – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Hilirisasi Hasil Riset dan Penguatan Ekosistem Usaha Berbasis Inovasi di FMIPA” pada Rabu, 3 Juni 2026, pukul 13.30–15.30 WIB. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di Ruang Rapat Dekanat Lantai 2 FMIPA Universitas Andalas dan daring melalui platform Zoom Meeting, menghadirkan Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dosen Departemen Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai narasumber utama yang membagikan pengalaman dan praktik terbaik dalam membangun ekosistem hilirisasi riset di perguruan tinggi.
FGD ini diselenggarakan sebagai upaya FMIPA Universitas Andalas untuk memperkuat peran hasil penelitian dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis inovasi serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat melalui proses hilirisasi riset yang lebih terarah dan berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut memungkinkan partisipasi dosen, peneliti, dan pengelola riset baik secara langsung maupun daring, sehingga diskusi mengenai strategi hilirisasi hasil riset dapat diikuti oleh sivitas akademika FMIPA Universitas Andalas secara lebih luas.
Dalam pemaparannya yang berjudul “Strategi Hilirisasi Hasil Riset dan Penguatan Ekosistem Usaha Berbasis Inovasi di FMIPA”, Prof. Kuwat menjelaskan bahwa keberhasilan suatu perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya publikasi dan hasil penelitian, tetapi juga oleh kemampuannya mengubah hasil riset menjadi produk inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Beliau menjelaskan bahwa proses hilirisasi dimulai dari tahap riset dan penemuan, dilanjutkan dengan pengembangan dan validasi teknologi, transfer teknologi, inovasi dan komersialisasi, hingga menghasilkan nilai ekonomi dan dampak sosial yang nyata. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Kuwat juga menampilkan berbagai praktik yang diterapkan oleh universitas-universitas terkemuka dunia seperti Stanford, MIT, Oxford, Cambridge, ETH Zurich, dan Fraunhofer. Institusi-institusi tersebut memiliki mekanisme hilirisasi yang berjalan secara permanen melalui dukungan kantor lisensi, dana proof-of-concept, inkubator bisnis, venture builder, pengembangan bisnis, investor, serta kemitraan industri.
“Keunggulan universitas maju bukan hanya terletak pada kualitas risetnya, tetapi pada ekosistem hilirisasi yang mampu mengubah hasil penelitian menjadi nilai ekonomi dan dampak yang berkelanjutan,” jelas Prof. Kuwat.
Lebih lanjut, Prof. Kuwat menekankan pentingnya pembentukan tim hilirisasi di tingkat fakultas yang berperan sebagai jembatan antara peneliti, industri, regulator, investor, dan pengguna akhir. Dengan adanya tim pendamping yang kompeten, dosen dan peneliti dapat lebih fokus pada pengembangan inovasi tanpa harus bekerja sendiri dalam proses komersialisasi.
Selain itu, keterlibatan industri sejak tahap awal penelitian dinilai sangat penting. Industri dapat membantu mendefinisikan kebutuhan pasar, spesifikasi produk, standar mutu, lokasi uji, hingga peluang komersialisasi. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan peluang keberhasilan hilirisasi produk inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi.
Peran pemerintah juga menjadi sorotan dalam diskusi tersebut. Pemerintah diharapkan dapat berfungsi sebagai early adopter inovasi strategis melalui berbagai skema seperti proyek percontohan (pilot project), pengadaan inovatif, dukungan sertifikasi, serta penyediaan regulasi yang mendukung pengembangan teknologi dalam negeri.
Kegiatan FGD ini menjadi momentum penting bagi FMIPA Universitas Andalas untuk memperkuat strategi hilirisasi hasil riset dan membangun ekosistem inovasi yang lebih terintegrasi. Melalui kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah, diharapkan berbagai hasil penelitian yang dihasilkan sivitas akademika FMIPA dapat berkembang menjadi produk inovatif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di akhir kegiatan, peserta yang terdiri dari pimpinan fakultas, ketua departemen, dosen, dan pengelola riset aktif berdiskusi mengenai tantangan dan peluang hilirisasi riset di lingkungan FMIPA Universitas Andalas. Masukan dan pengalaman yang dibagikan oleh narasumber diharapkan menjadi referensi dalam merancang kebijakan dan program pengembangan inovasi yang lebih efektif di masa mendatang.


4 Juni 2026 ─ Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas kembali menyelenggarakan MIPA Academic Talk (MAT) Series 25 pada Selasa, 2 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Ruang Sidang Lantai 2 Dekanat FMIPA Universitas Andalas dan melalui Zoom Meeting ini mengangkat tema Expand Knowledge for the Future of Photonics and Optical Sensing Technologies. Acara menghadirkan dua narasumber dari Institute of Microengineering and Nanoelectronics (IMEN), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), yaitu Dr. Dilla Duryha Berhanuddin dan Dr. Nur Hidayah Azeman.
Kegiatan dipandu oleh moderator Dr. Meqorry Yusfi, M.Si. dan dibuka secara resmi oleh Dekan FMIPA Universitas Andalas, Prof. Mai Efdi. Dalam sambutannya, Prof. Mai Efdi menyampaikan bahwa MIPA Academic Talk Series merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan sebagai wadah berbagi ilmu pengetahuan, berdiskusi, bertukar ide, serta membuka peluang kerja sama riset dan pendidikan. Beliau mengucapkan terima kasih kepada kedua narasumber dari UKM yang telah berkenan berbagi pengetahuan mengenai perkembangan teknologi fotonik dan sensor optik.
Menurutnya, perkembangan teknologi fotonik dan sensor merupakan salah satu pilar penting dalam kemajuan sains dan teknologi modern yang memiliki peran besar dalam berbagai bidang, seperti kesehatan, kecerdasan buatan, industri, komunikasi, dan berbagai sektor lainnya. Kehadiran narasumber dari UKM juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi penelitian dan pendidikan antara FMIPA Universitas Andalas dan Universiti Kebangsaan Malaysia sehingga mampu mendorong kemajuan kedua institusi di masa mendatang.
Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Dr. Dilla Duryha Berhanuddin dengan tema “Silicon Photonics: Light as the Carrier of Future Information.” Pada awal presentasi, beliau memperkenalkan Institute of Microengineering and Nanoelectronics (IMEN) UKM sebagai salah satu pusat penelitian unggulan di bidang mikroelektronika dan nanoelektronika. Selanjutnya, Dr. Dilla menjelaskan konsep dasar foton dan teknologi fotonik, berbagai aplikasi teknologi fotonik dalam kehidupan sehari-hari, perkembangan teknologi silikon fotonik, hingga prospek teknologi tersebut di masa depan.
Beliau juga membahas tantangan lingkungan yang dihadapi dalam pengembangan silikon fotonik beserta berbagai solusi yang dapat diterapkan. Selain itu, dipaparkan pula teknik-teknik yang digunakan untuk menghasilkan cahaya pada material silikon yang secara alami memiliki keterbatasan sebagai sumber cahaya. Pada akhir pemaparannya, Dr. Dilla menjelaskan bahwa pemanfaatan G-center serta implementasi unsur boron dan karbon menjadi salah satu pendekatan yang menjanjikan dalam pengembangan teknologi silikon fotonik untuk mendukung sistem komunikasi dan komputasi masa depan.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Nur Hidayah Azeman dengan tema “Optical Sensor Technology for Kidney Disease Detection.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa penyakit ginjal kronis merupakan salah satu permasalahan kesehatan global yang sangat serius. Saat ini terdapat sekitar 276 juta kasus penyakit ginjal di dunia dengan lebih dari 1,2 juta kematian, sehingga diperlukan metode diagnosis yang lebih cepat, akurat, dan mudah diakses.
Dr. Nur Hidayah kemudian menjelaskan berbagai jenis sensor optik yang digunakan dalam bidang kesehatan, khususnya untuk mendeteksi penyakit ginjal. Salah satu teknologi yang menjadi fokus penelitian adalah Localized Surface Plasmon Resonance (LSPR), yaitu teknologi sensor optik yang mampu mendeteksi perubahan konsentrasi biomolekul secara sensitif dan selektif. Materi yang dibahas meliputi prinsip kerja LSPR, proses fabrikasi dan pengaturan sistem sensor, pengembangan material sensor, serta evaluasi performa sensor dalam mendeteksi kreatinin sebagai salah satu indikator fungsi ginjal.
Pada sesi penutup, beliau menyampaikan bahwa integrasi teknologi sensor optik canggih dengan material fungsional yang direkayasa memungkinkan terciptanya sistem deteksi penyakit ginjal yang sensitif, selektif, dan non-invasif. Teknologi ini mendukung diagnosis dini, pengobatan, dan pemantauan penyakit ginjal, sekaligus membuka peluang pengembangan perangkat diagnostik point-of-care yang cepat, portabel, dan terjangkau. Ke depan, teknologi tersebut berpotensi diterapkan pada platform kesehatan personal, perangkat pemantauan real-time, serta sistem layanan kesehatan yang lebih luas dan mudah diakses masyarakat.
Setelah kedua pemateri menyampaikan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. MIPA Academic Talk Series 25 dihadiri oleh sekitar70 peserta dari berbagai kalangan yang terdiri atas dosen, peneliti, dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, FMIPA Universitas Andalas berharap dapat terus memperluas wawasan akademik sivitas kampus sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional dalam bidang pendidikan dan penelitian.

Berdasarkan Surat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas Nomor: 422/UN16.03.D/PP/2026 tanggal 11 Mei 2026.
Yth.
Ketua Departemen di Lingkungan
Fakultas MIPA Universitas Andalas
Padang
Bersama ini kami sampaikan Program Hibah Penelitian (batch 1) dan Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas MIPA Universitas Andalas Tahun 2026 dengan skema sebagai berikut:
Panduan lengkap terkait pengajuan hibah FMIPA bisa dilihat pada:
https://bit.ly/buku-panduan-hibah-PPM
| Pengajuan proposal | 11 - 31 Mei 2026 pukul 23.59 WIB |
| Review | 3 - 17 Juni 2026 |
| Pengumuman | 23 Juni 2026 |
| Penandatanganan kontrak | 1 Juli 2026 |
Pengajuan proposal dilakukan melalui laman:
https://sippmi.unand.ac.id/
Demikianlah disampaikan, atas bantuan dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Dokumen resmi pengumuman dapat dilihat pada tampilan berikut. Jika dokumen tidak tampil, silakan klik tautan di bawah ini untuk membuka atau mengunduh dokumen.