Senin, 25 Mei 2020 08:22

Hand Sanitizer dari Daun Sirih Buatan Mahasiswa KKN Tematik FMIPA UNAND

Rate this item
(2 votes)

(Padang-FMIPA UNAND). Terhitung sejak sejak 30/04/2020, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (UNAND) melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) tematik pencegahan COVID-19. Kegiatan KKN Tematik FMIPA UNAND merupakan wujud dukungan kampus yang berada di Limau Manis ini terhadap program penanggulangan dan pencegahan COVID-19.  Program KKN ini menyasar  lingkungan tempat tinggal mahasiswa sendiri dengan tetap berpegang pada protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Berbagai kegiatan kreativ dilakukan mahasiswa KKN untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Salah satu kelompok KKN yang dibimbing oleh Dr. Upita Septiani M. Si melaksanakan KKN di Kota Padang, beranggotakan 20 mahasiswa. Mahasiswa tersebut melakukan berbagai kegiatan seperti membuat masker kain untuk dibagikan kepada masyarakat, melaksanakan penjagaan posko kesehatan di perbatasan Sumatera Barat dan membagikan hand sanitizer secara gratis kepada pedagang yang berada di pasar. Selain itu, mereka juga membuat beberapa produk seperti desinfektan dan wastafel portable.

Hal yang sangat menarik adalah kelompok mahasiswa ini memproduksi hand sanitizer dengan ekstrak daun sirih. Bahan yang diperlukan untuk membuat hand sanitizer dari daun sirih ini diantaranya adalah etanol 96%, gliserin, akuades, dan ekstrak daun sirih. Hal ini sebagaimana dijelaskan Aditya Perdana yang merupakan salah satu peserta KKN dari Jurusan Kimia. Produksi hand sanitizer terdorong dari sulitnya mendapatkan hand sanitizer di pasaran.

“Hand sanitizer dinilai menjadi senjata ampuh untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun, seiring dengan banyaknya permintaan, menjadikan harga hand sanitizer mencapai Rp 50.000 per botol. Bahkan, dengan harga sebesar itu hand sanitizer menghilang di pasaran”, kata Aditya.

Cara pembuatan hand sanitizer ini sebagian besar mengikuti aturan WHO. Proses pembuatan dimulai dari persiapan bahan. Ekstrak daun sirih dibuat melalui proses ekstraksi dengan metode maserasi.

Metode ini dipilih agar zat antimikroba yang terkandung didalam ekstrak daun.sirih aman dan tidak rusak. Selanjutnya, etanol 96% dimasukkan kedalam wadah sebanyak 833 mL. Selanjutnya, dimasukkan gliserin sebanyak 14,5 mL dan diaduk perlahan. Selanjutnya, ekstrak daun sirih dimasukkan sebayak 41.7 mL dan diaduk perlahan. Selanjutnya, ditambahkan aquades teknis hingga volume mencapai 1000 mL. Terakhir, hand sanitizer dimasukkan kedalam botol dan produk diinkubasi selama 72 jam untuk memastikan hand sanitizer yang dibuat tidak rusak.

Dengan bekal ilmu Kimia yang baik, Aditya dan kawan-kawan tidak mengalami kesulitan dalam memproduksi hand sanitizer ini.

Ekstrak daun sirih menggantikan peran hidrogen peroksida yang bersifat radikal dan merusak jaringan kulit.

“Ekstrak daun sirih ini diharapkan mampu menambah sifat antimikroba hand sanitizer yang diproduksi” ujar Aditya.

Hand sanitizer dari ekstrak daun sirih dibagikan kepada masyarat dengan tingkat mobilitas yang tinggi seperti pedangang di pasar. Hal ini diharapkan dapat mencegah penyebaran COVID-19 diantara pengunjung pasar (Mz).

Read 447 times Last modified on Senin, 25 Mei 2020 08:26