Padang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas kembali menggelar agenda rutin bulanan bertajuk MIPA Academic Talk Series (MATS) edisi ke-18 pada Rabu, 16 Juli 2025. Acara ini dilangsungkan secara hybrid mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dari Ruang Sidang Dekanat Lantai 2 FMIPA UNAND, serta disiarkan langsung melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube resmi FMIPA UNAND.

Topik yang diangkat kali ini adalah "Misteri Kuantum dan Kegunaannya pada Teknologi Kuantum", menghadirkan narasumber Dr. Agng Budiyono, peneliti dari Pusat Penelitian Fisika Kuantum, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Acara ini dimoderatori oleh Trengginas Eka Putra, M.Si., dosen Fisika FMIPA UNAND.

Wakil Dekan I FMIPA UNAND, Prof. Dr. Admi Nazra, dalam sambutan pembuka menyampaikan apresiasinya kepada narasumber dan panitia, khususnya Keluarga Mahasiswa Pascasarjana FMIPA yang telah secara konsisten menyelenggarakan seri diskusi ini. “Mudah-mudahan acara ini bisa menambah pengetahuan kita selaku dosen, peneliti, dan juga mahasiswa. Terima kasih kepada narasumber dan panitia. Semoga banyak pencerahan baru sehingga ada penelitian baru,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Agung Budiyono menekankan bahwa teknologi kuantum tengah memasuki babak baru dalam dunia sains dan teknologi, yang digadang-gadang akan merevolusi cara manusia hidup sebagaimana revolusi digital. “Quantum is coming,” tegasnya, seraya menjelaskan bahwa kesiapan menghadapi era kuantum harus dimulai dari penguatan sumber daya manusia, infrastruktur, serta ekosistem yang mendukung.

Beliau juga menyinggung pentingnya membangun ketahanan kuantum, agar tidak terlalu bergantung pada negara-negara maju (Global North). Sebagai langkah nyata, BRIN kini tengah membangun laboratorium kuantum dan mengembangkan beberapa teknologi utama seperti quantum sensing (NV center), quantum number generator, serta quantum cryptography.

Acara yang dihadiri oleh 112 peserta ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya minat terhadap isu-isu mutakhir di bidang sains, khususnya teknologi kuantum yang potensial menjadi fondasi peradaban masa depan.

 

Padang, 5 Juni 2025 — Sebanyak 67 wisudawan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas resmi dikukuhkan dalam Wisuda Periode III yang digelar di Plaza FMIPA pada Sabtu, 5 Juni 2025. Prosesi sakral ini menjadi momen penuh kebanggaan, tak hanya bagi para lulusan tetapi juga keluarga, dosen, serta seluruh sivitas akademika yang turut hadir menyaksikan penyerahan gelar dari jenjang sarjana hingga doktoral. Dalam kesempatan ini, FMIPA meluluskan 12 orang dari Program Studi Sarjana Kimia, 4 dari Magister Kimia, 13 Sarjana Matematika, 15 Sarjana Fisika, 2 Magister Fisika, 18 Sarjana Biologi, 2 Magister Biologi, serta 1 lulusan dari Program Doktoral Biologi.

Beberapa nama mencuat sebagai lulusan terbaik, mencerminkan dedikasi dan ketekunan luar biasa selama masa studi. Muhammad Ananda Riskillah dari Program Studi Fisika berhasil menyelesaikan studinya dalam 3 tahun 7 bulan dengan IPK 3,90, sementara Elzam Naufal Zulfikri dari Biologi juga lulus dengan IPK yang sama dalam waktu 3 tahun 11 bulan. Dari Kimia, Sarah Salsabilah mencatat IPK 3,85, dan Annisa Ramadhani dari Matematika menyusul dengan IPK 3,82. Dari jenjang magister, Zikkra Audina dari Biologi tampil gemilang sebagai lulusan terbaik dengan IPK hampir sempurna, yakni 3,99 dalam masa studi 1 tahun 10 bulan. 

Selain prestasi akademik, semangat organisasi dan kontribusi sosial juga diakui melalui penghargaan Bintang Aktivis Berprestasi yang diberikan kepada Elzam Naufal Zulfikri, Salsabila Amara Dika, dan Fathrissa Amal Syifa dari Biologi, serta Hanif Haidar, Fidhiya M. Syafitri, dan Sarah Salsabilah dari Kimia. Mereka adalah wujud mahasiswa yang tak hanya unggul secara akademik, namun juga aktif dan berdampak bagi lingkungan sekitarnya.

Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan, Elzam Naufal Zulfikri mengajak rekan-rekannya untuk terus menjunjung nama FMIPA Unand dengan rasa bangga. Ia menyampaikan bahwa perjuangan selama bertahun-tahun di kampus bukanlah akhir, tetapi awal dari babak baru kehidupan. “Selamat kepada kita, pejuang sains. Untuk teman-teman, ingatlah Allah dalam setiap situasi. Allah akan memberikan jalan terbaik untuk hamba-Nya. Jangan menyerah jika terjatuh, tapi bangkitlah untuk menghabisi jatah kegagalanmu,” serunya penuh semangat.

Sementara itu, perwakilan Ikatan Alumni FMIPA UNAND, Sutan Rusman, S.Si., dalam sambutannya mengajak para lulusan untuk melihat tantangan dunia saat ini sebagai peluang untuk berkarya. Ia menyoroti kondisi global yang sedang tidak menentu, mulai dari perlambatan ekonomi, meningkatnya angka pengangguran, hingga konflik geopolitik yang terus berlangsung. “Namun ini menjadi peluang untuk kita bersama, melihat hal itu dari sisi positif. Tanpa sains dan teknologi, dunia tidak akan berkembang secepat ini. Terima kasih kepada FMIPA UNAND dan jajarannya, khususnya kepada orang tua. Semoga para wisudawan tetap optimis menghadapi kehidupan. Menciptakan manusia berkarakter unggul itu butuh proses, salah satunya melalui pendidikan tinggi ini,” ujar beliau.

Dekan FMIPA Universitas Andalas, Prof. Dr. Mai Efdi, dalam pidato penutupnya memberikan pesan yang menggarisbawahi pentingnya kesiapan menghadapi dunia kerja yang kini tak lagi hanya bergantung pada teori dan konsep. “Dunia kerja tidak membutuhkan konsep dan teori semata, tapi usaha dan softskill seperti berpikir kritis, bekerja sama, kepemimpinan, serta kematangan dan ketangguhan mental. Ini adalah modal utama menghadapi kondisi yang serba tidak pasti saat ini,” terang beliau. Ia juga menekankan pentingnya menjadi pembelajar seumur hidup dan membangun kepercayaan diri dengan integritas, sambil terus mengasah kemampuan mendengarkan, memecahkan masalah, dan bekerja dalam tim.

Acara wisuda ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara para wisudawan, orang tua, dosen, staf, dan alumni. Sebuah momen penuh haru yang menjadi simbol perpisahan sekaligus awal dari perjalanan baru para lulusan FMIPA UNAND — generasi ilmuwan muda yang siap berkarya dan mengabdi untuk masa depan bangsa.




Padang – Dalam rangka memperingati 70 tahun Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas, telah sukses diselenggarakan MIPA Academic Talk Series ke-17 pada Kamis, 26 Juni 2025. Acara ini mengangkat tema "Quantum Physics For Today’s and Tomorrow’s Technologies" dan menghadirkan pakar fisika terkemuka, Prof. Dr. Andrivo Rusydi, Ph.D. dari National University of Singapore (NUS) sebagai narasumber.

Kegiatan diselenggarakan secara hybrid, dengan pusat kegiatan bertempat di Ruang Sidang Dekanat Lantai 2 FMIPA Unand serta disiarkan melalui Zoom Meeting untuk menjangkau peserta dari berbagai daerah. Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari dosen, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam diskusi.

Dalam paparannya, Prof. Andrivo menekankan pentingnya penguasaan konsep dasar dan literasi ilmiah untuk menciptakan inovasi. “Kita tidak bisa menciptakan sesuatu yang unik tanpa memahami dasarnya,” ujarnya. Salah satu contoh aplikatif yang disampaikan adalah penggunaan senyawa emas (Au) dalam riset quantum dots, yaitu partikel nano yang memiliki sifat kuantum istimewa dan kini banyak digunakan dalam bidang teknologi optik dan biomedis.

Prof. Andrivo juga memperkenalkan berbagai teknik eksperimen mutakhir dan fasilitas berteknologi tinggi yang digunakan dalam penelitiannya. Dengan fasilitas tersebut, para peneliti dapat mengamati perilaku kuantum material pada tingkat atom secara sangat presisi.

Diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme, dipandu oleh Dr. Feriska Handayani Irka, dosen Fisika FMIPA Unand, yang berperan sebagai moderator. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait tantangan dan potensi riset lanjutan di bidang tersebut.

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan I FMIPA Unand, Prof. Dr. Admi Nazra, yang menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Andrivo yang telah berkenan berbagi pengetahuan dan perkembangan terakhir di bidang fisika kuantum. Semoga melalui kegiatan seperti ini, kita dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Event ini menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen FMIPA Unand dalam mendukung perkembangan ilmu pengetahuan serta memperkuat jejaring akademik nasional dan internasional.

 

Padang, 20 Juni 2025 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas sukses menggelar Diskusi Publik Mahasiswa bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UNAND. Dengan tema “Memutus Mata Rantai LGBT di Kampus, Menyelamatkan Generasi”, acara ini berlangsung pada Jumat, 20 Juni 2025 di Aula Gedung I FMIPA UNAND.

Sebanyak 113 mahasiswa dari berbagai program studi di FMIPA dan Unand hadir dengan antusiasme tinggi. Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber: Nila Anggreiny, M.Psi, Psikolog dan dr. Noverika Windasari, Sp.FM  dari Satgas PPKS UNAND, serta Dede Bafaqih, S.H., seorang trainer, advokat, dan muballigh nasional. Mereka membahas isu LGBT dari berbagai sudut pandang dan mengajak mahasiswa untuk lebih kritis dan bijak dalam menyikapi fenomena sosial tersebut.

Dr. Aadrean, dosen Biologi FMIPA UNAND, bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi dengan lugas. Dekan FMIPA UNAND, Prof. Dr. Mai Efdi, dalam sambutan pembukaannya menyatakan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. "Kampus bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Saya sangat mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari upaya kita bersama menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan bermartabat," ujarnya.

Dalam diskusi, dr. Noverika menjelaskan tentang alur pelaporan dan pelayanan Satgas PPKS, sementara Ustadz Dede membahas tinjauan LGBT dari sisi syariat dan berbagai penyebab serta modus yang dilakukan pelaku. Psikolog Nila menjelaskan aspek psikologis terkait LGBT dan bagaimana agar terhindar dari isu tersebut.

Sebagai apresiasi, panitia menyediakan e-sertifikat dan doorprize bagi peserta aktif. Dengan terselenggaranya diskusi ini, FMIPA UNAND berharap mahasiswa dapat lebih memahami dinamika sosial di kampus dan menjadi agen perubahan yang menjaga nilai-nilai moral, empati, dan keberadaban dalam kehidupan akademik dan masyarakat.