Rabu, 03 Juni 2026 09:48

FMIPA Universitas Andalas Gelar FGD Strategi Hilirisasi Riset, Hadirkan Pakar dari Universitas Gadjah Mada

Padang – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Hilirisasi Hasil Riset dan Penguatan Ekosistem Usaha Berbasis Inovasi di FMIPA” pada Rabu, 3 Juni 2026, pukul 13.30–15.30 WIB. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di Ruang Rapat Dekanat Lantai 2 FMIPA Universitas Andalas dan daring melalui platform Zoom Meeting, menghadirkan Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dosen Departemen Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai narasumber utama yang membagikan pengalaman dan praktik terbaik dalam membangun ekosistem hilirisasi riset di perguruan tinggi.

FGD ini diselenggarakan sebagai upaya FMIPA Universitas Andalas untuk memperkuat peran hasil penelitian dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis inovasi serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat melalui proses hilirisasi riset yang lebih terarah dan berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut memungkinkan partisipasi dosen, peneliti, dan pengelola riset baik secara langsung maupun daring, sehingga diskusi mengenai strategi hilirisasi hasil riset dapat diikuti oleh sivitas akademika FMIPA Universitas Andalas secara lebih luas.

Dalam pemaparannya yang berjudul “Strategi Hilirisasi Hasil Riset dan Penguatan Ekosistem Usaha Berbasis Inovasi di FMIPA”, Prof. Kuwat menjelaskan bahwa keberhasilan suatu perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya publikasi dan hasil penelitian, tetapi juga oleh kemampuannya mengubah hasil riset menjadi produk inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.

Beliau menjelaskan bahwa proses hilirisasi dimulai dari tahap riset dan penemuan, dilanjutkan dengan pengembangan dan validasi teknologi, transfer teknologi, inovasi dan komersialisasi, hingga menghasilkan nilai ekonomi dan dampak sosial yang nyata. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Kuwat juga menampilkan berbagai praktik yang diterapkan oleh universitas-universitas terkemuka dunia seperti Stanford, MIT, Oxford, Cambridge, ETH Zurich, dan Fraunhofer. Institusi-institusi tersebut memiliki mekanisme hilirisasi yang berjalan secara permanen melalui dukungan kantor lisensi, dana proof-of-concept, inkubator bisnis, venture builder, pengembangan bisnis, investor, serta kemitraan industri.

“Keunggulan universitas maju bukan hanya terletak pada kualitas risetnya, tetapi pada ekosistem hilirisasi yang mampu mengubah hasil penelitian menjadi nilai ekonomi dan dampak yang berkelanjutan,” jelas Prof. Kuwat.

Lebih lanjut, Prof. Kuwat menekankan pentingnya pembentukan tim hilirisasi di tingkat fakultas yang berperan sebagai jembatan antara peneliti, industri, regulator, investor, dan pengguna akhir. Dengan adanya tim pendamping yang kompeten, dosen dan peneliti dapat lebih fokus pada pengembangan inovasi tanpa harus bekerja sendiri dalam proses komersialisasi.

Selain itu, keterlibatan industri sejak tahap awal penelitian dinilai sangat penting. Industri dapat membantu mendefinisikan kebutuhan pasar, spesifikasi produk, standar mutu, lokasi uji, hingga peluang komersialisasi. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan peluang keberhasilan hilirisasi produk inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi.

Peran pemerintah juga menjadi sorotan dalam diskusi tersebut. Pemerintah diharapkan dapat berfungsi sebagai early adopter inovasi strategis melalui berbagai skema seperti proyek percontohan (pilot project), pengadaan inovatif, dukungan sertifikasi, serta penyediaan regulasi yang mendukung pengembangan teknologi dalam negeri.

Kegiatan FGD ini menjadi momentum penting bagi FMIPA Universitas Andalas untuk memperkuat strategi hilirisasi hasil riset dan membangun ekosistem inovasi yang lebih terintegrasi. Melalui kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah, diharapkan berbagai hasil penelitian yang dihasilkan sivitas akademika FMIPA dapat berkembang menjadi produk inovatif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di akhir kegiatan, peserta yang terdiri dari pimpinan fakultas, ketua departemen, dosen, dan pengelola riset aktif berdiskusi mengenai tantangan dan peluang hilirisasi riset di lingkungan FMIPA Universitas Andalas. Masukan dan pengalaman yang dibagikan oleh narasumber diharapkan menjadi referensi dalam merancang kebijakan dan program pengembangan inovasi yang lebih efektif di masa mendatang.

Read 88 times