
11 Juni 2026 ⏤ Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Program Double Degree Menuju Internasionalisasi Pendidikan FMIPA Universitas Andalas Tahun 2026, pada Rabu, 10 Juni 2026 di Ruang Sidang Dekanat Lantai 2 FMIPA Universitas Andalas.
Kegiatan diawali dengan FGD Pengembangan Program Double Degree yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB dan menghadirkan narasumber Prof. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sekaligus Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI). Diskusi ini diikuti oleh pimpinan fakultas, ketua departemen, ketua program studi, serta dosen yang terlibat dalam pengembangan kerja sama internasional dan internasionalisasi pendidikan tinggi di lingkungan FMIPA Universitas Andalas.
Dalam pemaparannya, Prof. Budi menjelaskan bahwa globalisasi pendidikan tinggi telah mendorong universitas di seluruh dunia untuk membangun jaringan internasional yang kuat dan terstruktur. Berdasarkan data UNESCO dan OECD, lebih dari 5,5 juta mahasiswa menempuh pendidikan lintas negara pada tahun 2023, dan jumlah tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menjadikan internasionalisasi sebagai salah satu indikator penting dalam berbagai sistem pemeringkatan perguruan tinggi dunia, seperti QS World University Rankings, Times Higher Education (THE), dan Academic Ranking of World Universities (ARWU).
Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa program double degree merupakan salah satu instrumen strategis dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Dalam skema ini, mahasiswa memperoleh dua ijazah yang diterbitkan secara terpisah oleh dua perguruan tinggi berbeda melalui kurikulum yang dirancang bersama dan memiliki kesetaraan kredit minimal 50%. Program ini berbeda dengan joint degree maupun student exchange karena memberikan pengakuan akademik penuh dari kedua institusi penyelenggara.
Narasumber juga menjelaskan berbagai regulasi nasional yang menjadi landasan penyelenggaraan program double degree di Indonesia, termasuk Permendikbud Nomor 26 Tahun 2016 tentang Kerja Sama Perguruan Tinggi. Regulasi tersebut mengatur persyaratan akreditasi institusi dan program studi, kesetaraan kurikulum, kesesuaian jenjang pendidikan, hingga mekanisme pelaporan kerja sama kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Selain membahas konsep dan regulasi, narasumber menekankan berbagai manfaat program double degree bagi mahasiswa, program studi, fakultas, dan universitas. Bagi mahasiswa, program ini memberikan kesempatan memperoleh dua ijazah, pengalaman akademik internasional, jejaring global, akses terhadap berbagai skema beasiswa, serta peningkatan daya saing di pasar kerja global. Sementara bagi program studi dan fakultas, program double degree dapat mendorong modernisasi kurikulum, peningkatan akreditasi, kolaborasi riset internasional, peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen, serta penguatan reputasi institusi di tingkat global.
Pada kesempatan tersebut, setiap departemen dan program studi diminta menyiapkan bahan diskusi terkait peluang kerja sama internasional, kesiapan kurikulum, mekanisme transfer kredit, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta identifikasi mitra luar negeri potensial yang dapat dikembangkan dalam skema double degree. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan mengenai strategi internasionalisasi yang dapat diterapkan oleh masing-masing program studi di lingkungan FMIPA Universitas Andalas.
Prof. Budi juga menekankan bahwa keberhasilan program double degree sangat bergantung pada kesiapan kurikulum, keterlibatan aktif dosen, dukungan pimpinan, serta koordinasi lintas unit yang konsisten dan berkelanjutan. Ia mendorong setiap program studi untuk memulai langkah sederhana melalui identifikasi mitra potensial, pembangunan jejaring kerja sama, dan inisiasi MoU sebagai sebagai langkah pertama yang nyata.
Melalui penyelenggaraan FGD ini, FMIPA Universitas Andalas menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya mutu, meningkatkan kinerja institusi, serta memperluas jejaring internasional guna mendukung terwujudnya visi Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi bereputasi global yang menghasilkan lulusan unggul, berdaya saing internasional, dan tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan.










